Home » Laporan Rapot Film Indonesia 2025

Laporan Rapot Film Indonesia 2025

by Trisno Heriyanto

Sepanjang tahun 2025 ada lebih dari 191 film Indonesia yang telah dirilis. Data tersebut termasuk laporan mengenai film-film yang tayang di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF)

Rumah produksi Starvision jadi studio yang paling banyak produksi film. Sepanjang tahun, Starvision berhasil merilis sepuluh film. Di antaranya Senin Harga Naik, Petaka Gunung Gede, Pencarian Terakhir, Modual Nekad, Komang, Dopamin, Jodoh 3 Bujang, Sihir Pelakor, hingga Tukar Takdir. 

Kemudian, disusul oleh rumah produksi Falcon dengan sembilan film. Di antaranya Rumah untuk Alie, Dendam Malam Kelam, Panji Tengkorak, Warkop DKI Kartun, Shutter, hingga Comic 8 Revolution. 

Selanjutnya, ada rumah produksi MD Pictures yang tercatat memproduksi delapan film sepanjang tahun ini. Mulai dar Pabrik Gula, La Tahzan, Si Paling Aktor, Keadilan, Janur Ireng: Sewu Dino the Prequel, hingga Sebelum Tujuh Hari. 

Film horor pun jadi genre yang paling banyak diproduksi tahun ini. Setidaknya, ada 87 film horor yang telah tayang, genre drama dengan 79 film, dan 34 film bertajuk komedi yang digarap sepanjang tahun.

Sementara itu, nama Azhar Kinoi Lubis disebut sebagai sutradara yang memproduksi paling banyak film di tahun ini. Ia tercatat memproduksi tujuh film sepanjang tahun. Mengalahkan Anggy Umbara, Dyan Sunu, Hanung Bramantyo, Key Mangunsong, dan Rizal Mantovani yang masing-masing menggarap empat film.

Laporan rapot film Indonesia selanjutnya menyebut nama Titien Wattimena sebagai penulis yang paling banyak menulis film sepanjang tahun ini. Karyanya di tahun ini termasuk The Most Beautiful Girl in the World, Losmen Bu Broto: The Series, Assalamualaikum Baitullah, Rangga & Cinta, hingga Timur. 

Dari 191 film yang telah tayang, data per 30 Desember mencatat ada lebih dari 80 juta penonton yang menonton film Indonesia yang rilis di tahun 2025. 

Film paling laris sepanjang 2025 

Meski genre horor jadi genre yang paling banyak digarap oleh rumah produksi di Tanah Air, namun capaian film terlaris malah didapatkan oleh film animasi Jumbo yang tayang di momen Idul Fitri kemarin jadi film yang berhasil meraih lebih dari sepuluh juta penonton. Tepatnya di angka 10,2 juta penonton. 

Namun, capaian tersebut kemudian kalah oleh Agak Laen: Menyala Pantiku!. Film garapan rumah produksi Imajinari tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 10,25 juta penonton per 2 Januari 2026. 

Selanjutnya, ada film horor Pabrik Gula yang berhasil meraup 4,7 juta penonton. Film tersebut diproduksi oleh MD Pictures dengan Awi Suryadi yang dipercaya untuk menyutradarainya.

Daftar kemudian dilanjutkan oleh pencapaian yang berhasil diraih oleh Sore: Istri dari Masa Depan. Film bergenre romantis tersebut berhasil mengumpulkan 3,1 juta penonton. Bahkan, film ini sampai dibawa untuk mewakili Indonesia dalam gelaran Academy Awards ke-98.

Namun, meski memenuhi kriteria dan persyaratan, film garapan Yandy Laurens ini harus berlapang dada menerima kegagalan. Dalam pengumuman resmi Academy Awards, Sore: Istri dari Masa Depan tidak berhasil masuk ke dalam daftar 15 film untuk nominasi Best International Feature Film atau Film Internasional Terbaik. 

Film Indonesia lain yang berhasil menembus tiga juta penonton adalah film romansa Komang. Diadaptasi dari lagu populer milik Raim Laode dengan judul yang sama, Komang berhasil memikat hati para penonton di Tanah Air. Film horor Petaka Gunung Gede juga sama-sama meraup tiga juta penonton.

Dan terakhir adalah Pengepungan di Bukit Duri yang digarap Joko Anwar sebagai sutradara. Menariknya, Joko Anwar membeberkan jika naskah film ini telah disiapkan sejak 17 tahun lalu. Ketika akhirnya tayang, film ini berhasil mengumpulkan 1,8 juta penonton. 

Film paling sepi sepanjang 2025

Selain film terlaris, ada pula laporan rapot film Indonesia kategori film “tersepi” yang sayangnya bahkan tidak mencapai seribu penonton. Di antaranya Uwentira Kota Jin hanya 971 penonton, Gara-Gara Cicilan 660 penonton, Parah Bener 656 penonton, Cinta Pertamaku 579 penonton, Mocca: Life in Bloom dengan 358 penonton.

Kemudian, ada Orang Ikan dengan 332 penonton, Putra 293 penonton, Korban Jatuh Tempo: Pinjol dengan 179 penonton, Basement: Jangan Turun ke Bawah dengan 115 penonton, dan Misteri Cek Khodam dengan 27 penonton. 

You may also like